Budak itu!

budak itu mundar mandir dalam kelibat,
mencari sesuatu lagaknya,
kelam fajar melabuh agak suram,
budak itu berdiri mendongak kelangit,
tunduk menatap bumi dipijak,
berjalan lemah dalam gelap yang pekat,
menuju ke arah timur dari barat,
gelap malam yang makin pekat,
berbekal pelita yang masih menyala,
semakin jauh perjalanan,
semakin kecil apinya,
tanganya menahan api pelita dari ditiup angin,
sehingga sampai kepuncak gunung,
malam masih lagi panjang.
berbekalkan pelita duduk di puncak gunung seketika,
menikmati kegelapan malam tanpa batasan,
budak itu terlupa pelita masih ditangan,
malam yang diterangi pelita ,
semakin malap semakin kecil,
budak itu tersedar cahayanya semakin kelam,
ditepuknya dada ditanya hati,
akal berkata “aku terlalu lama disini” di puncak ini..
budak itu menuruni puncak menyambung perjalanan,
pelita yang semakin malap sudah hampir terpadam,
semakin malap… terpadam dan gelap.
budak itu gundah seketika,
berdiri di kaki gunung tanpa harapan,
tiba – tiba sinar sang suria menerangi,
tanpa disedari rupanya destinasi sudah tercapai,
“akan ku daki kembali gunung ini”
dengan cahaya yang terang menerangi sepanjang jalan………
Filed Under: Personal












